Si Jon pemuda kurang ajar - Sambil ngopi ☕

Pilihan Bacaan

Wednesday, April 17, 2019

Si Jon pemuda kurang ajar

16 Desember 2014 pukul 16.57

Seringkali, kita terlihat baik karena seragam kita. Tuhan menurunkan kita tanpa busana - bayi, dan kelak akan menerima kita seperti saat pertama kita ada. Kita akan menuju Ia, sedang seragam akan kita tinggalkan. Apa yg kita banggakan?_Jon Q_

Tiap sepulang mengisi pengajian, Jon merenung sembari perjalanan pulang. Apa benar yg telah ia lakukan? Apa tadi ada yg salah? Apakah aku pantas mendidik mereka? Tapi, apa yg sebenarnya aku takutkan, bukankah semua akan mendapat balasan?

Beberapa kali si Jon menyebut dirinya adalah anak muda kurang ajar. Pemuda tak tahu diri, pamali, nrokcok - brengsek. Memangnya kenapa?

"Saya belum punya anak, tapi diminta menjelaskan bagaimana mendidik anak yg baik," ceritanya suatu saat. "Saya belum punya istri, diminta menjelaskan bagaimana berumah tangga yg baik. Saya masih muda, tapi diminta menjelaskan tentang kebijaksanaan-kebijaksanaan (hikmah) orang-orang berilmu. Bukankah itu belagu? Bukankah itu kurang ajar? Mengapa Tuhan tega betul 'memaksa' saya melakukan itu?"

Tapi, barangkali itu hanya retorika. Karena, jangankan berprasangka buruk pada diri sendiri atau orang lain, kenyataannya, ia sudah jarang berpikir. Kehidupannya 'mengalir', bergerak seperti tanpa otak - pikiran.

Yg di atas langit cemburu
Bahkan saat ia hanya melirik
Sedikit apa yg memudahkannya
Ia diminta sepenuhnya setia

Kemanakah dunia akan menyampaikannya
Lelahkah ia dengan kepalsuan yg dilihatnya
Bertahan dalam ketidaktahuan
Menelan keluh kehidupan

Mampukah manusia dibersihkan
Dengan tetap kuat mengenakan pakaian
Dengarkan bumi yg tercerahkan
Dingin dan kegelapan tak membuatnya berhenti berputar

No comments:

Post a Comment