Teruslah belajar - Sambil ngopi ☕

Pilihan Bacaan

Friday, April 5, 2019

Teruslah belajar

28 Desember 2014 pukul 17.39

Saat Muhammad pertama kali mendapat wahyu, ia berlari menuju Khadijah, dan tak henti berkata : Selimuti aku, selimuti aku. Lalu Khadijah pun berkata : Tenang, sayang, kini engkau aman bersamaku.


Sudah menjadi kodrat wanita, tertakdir lebih dewasa daripada pria. Lebih banyak pria yg tampil belagu, sok tahu - tapi tak logis, sok keren, ingin terlihat ideal di mata pasangannya. Kecenderungannya sama besar dengan wanita. Ingin terlihat sempurna, meski tentu saja selalu ada pengecualian. Seorang guru mengaji sering menasehati santrinya yg akan menikah, tentang sisi gelap masing-masing orang. Tidak ada manusia yg sekali jadi, berumah tangga, langsung ideal, sempurna. Terkadang masalah justru yg dibutuhkan agar kedewasaan semakin matang.

Mungkin kita ingin pasangan yg salih, cerdas, mesra/romantis, bertanggung jawab, bijak, kalem, tapi seringkali seseorang mendapatkan takdirnya pada apa yg tak diinginkan. Jikapun ada pria/wanita seperti itu - mendekati ideal, apakah pantas untuk kita?

Tidak ada batasan manusia untuk berhenti belajar. Kecil, dewasa, berkeluarga, tua, belajar adalah suatu kewajiban. Mungkin bukan agar semakin pintar, tapi semakin paham. Tentang ketidaktahuan yg begitu dalam. Tentang kelemahan diri yg sebaiknya terus diperbaiki. Karena orang yg baik bukan yg tak pernah salah. Tapi ia yg mudah paham, lalu terus memperbaiki dirinya.

"Aku kesurupan Jin, istriku. Aku melihat tubuhnya yg meliputi angkasa," kata Muhammad pada Khadijah.
"Tenanglah, sayang," ucap Khadijah sembari mendekapnya. "Engkau dengar apa yg dikatakan pamanku? Engkau seorang terpilih, dan akan ku lakukan apapun untuk menjagamu,"

No comments:

Post a Comment