Why bad things happen to good people? - Sambil ngopi ☕

Pilihan Bacaan

Monday, April 22, 2019

Why bad things happen to good people?

11 Desember 2014 pukul 20.02

Rasa sakit di pipimu, berasal dari pukulan lawanmu itu, atau dari kulitmu sendiri?_Jon Q_

Ada pertanyaan yg benar-benar menggangguku hari-hari ini. Jika sudah pusing begini, tak ada orang lain selain temanku si gila Jon Quixote yg mungkin bisa menjawabnya.

"Lagi ngapain, Jon?" tanyaku melihatnya mengotak-atik printer.

"Bikin surat pengunduran diri," jawabnya acuh.

Aku lihat layar laptopnya, ah! Serius benar ini orang nampaknya.

"Serius mau mundur dari dunia sekolah?" tanyaku melihat tulisan yg menjadi alasan dia mundur.

"Em, mungkin," jawabnya masih acuh.

"Mungkin?"

"Itu cuma buat jaga-jaga," katanya sambil mencari obeng kecil di lemari dekatnya duduk. "Aku tak jamin akal sehatku ini bertahan lama. Saat itu terjadi, tinggal ku serahkan saja itu kertas,"

"Jadi nih mau ke Salatiga?" tanyaku Kepo.

"Enggak,"

"Lah, terus mau kerja apa?"

"Ternak kambing di halaman belakang rumah," katanya tanpa ekspresi.

Aku menepuk jidat. Gendeng ini orang. Aku menarik nafas panjang.
"Kenapa ya hal-hal buruk menimpa orang baik?" akhirnya ku tanyakan pikiran yg mengganggu itu.

Jon terdiam.

"Kau tahu nggak, Jon?"

Yg ditanya masih asyik dengan printernya.

"Darimana kita tahu kita ini orang baik? Siapa yg memberi keburukan? Tuhan? Kau menganggap Tuhan memiliki keburukan? Jika tanganmu berdarah, rasa sakit itu dari luar dirimu/dari dalam dirimu sendiri?" ucap Jon.

Kampret. Satu tanya malah dikasih banyak tanya lagi.

"Iya ya, bagaimana memastikannya kita ini orang baik? Tapi, rasanya sulit menyebut diri ini orang kejam, yg menjadikan datangnya buruknya nasib terasa pantas?" tanyaku lagi.

"Maka lampauilah itu. Lampauilah prasangka baik-buruk, pantas-tak pantas,"

"Bicara sih gampang," ejekku.

"Jika dunia ini mengecewakanmu, mengapa kau masih mengharapkannya? Jika dunia ini indah, mengapa kecewa dengan datangnya keburukan? Lampauilah pikiran dan perasaan,"

Sejenak ku merenungkan itu - melampaui pikiran.

Suasana hening.

Aku semakin 'tenggelam' meski mataku mengamati Jon yg bermain printer rusak.

No comments:

Post a Comment