Gentle - Sambil ngopi ☕

Pilihan Bacaan

Wednesday, May 1, 2019

Gentle

10 Desember 2014 pukul 12.49

Seorang pemuda bukan ia yg membanggakan leluhurnya. Seorang pemuda adalah ia yg berkata dalam diam, "Inilah aku, dan semua masalah yg aku hadapi kan ku selesaikan sendiri,"_Jon Q_

Ia dipanggil oleh seorang mantan kepala sekolah. Dikira ada apa, ternyata cuma minta nomor henpon si Jon. Berhubung sudah main, berbincanglah mereka tentang banyak hal.

"Mas Jon ini dulu SMA-nya dimana, Mas?" tanya beliau.

"SMA NU pak. Jamannya saya paling parah," kata Jon.

"Parah bagaimana toh?"

"Hampir semua siswa tak taat pada guru. Ada yg zina dalam kelas. Ada yg teler di sekolah, malah guru BK mau diclurit,"

Beliau tertawa. Ramai sepertinya.

"Mas Jon ikut-ikutan saat itu?"

Jon terkekeh.

"Saya sebenarnya pendiam, pak. Tapi, bapak kenal pak fulan yg polisi militer itu?"

"Ya, ya, kenal. Kenapa dengan dia?"

"Anaknya berantem sama saya. Pagi hari dia kalah, siang hari mengajak damai tapi ternyata bawa 2 teman premannya,"

"Itu bukannya masih tetangga sama pakdenya mas Jon?"

"Iya, tapi saya tak mau orangtua saya tahu. Itu masalah saya, akan saya selesaikan sendiri."
Jon juga cerita tentang masa mahasiswa. Tentang keluarnya ia dari organisasi keagamaan.

"Saya keluar karena saya tak akan rukun dengan para pengecut," kata Jon.

"Pengecut bagaimana toh?"

"Saya bilang, dakwah jangan cuma di masjid, majlis taklim, ayo ke jalanan. Kalau memang tak mau, jangan merasa suci hanya karena memakai kerudung dan peci. Seringkali kita terlihat baik, karena Tuhan masih sembunyikan kecacatan kita," cerita Jon. "Kalau memang tak paham, ayo diskusi. Gunakan logika, bukan emosi. Kalau memang kalah diskusi, gentle saja, katatan saja, 'Maaf, saya akan baca lagi. Diskusi kita tunda dulu' itu kan lebih ksatria,"

Pfuh, ksatria, konsep utopis untuk pemuda jaman ini. Dunia sudah dipenuhi para manusia yg merasa tinggi hanya karena berdiri di samping kambing. Lebih hebatnya, mereka bangga.

No comments:

Post a Comment