Kordinat wajib, sunnah, boleh, dan tak boleh (bag.1) - Sambil ngopi ☕

Pilihan Bacaan

Sunday, May 12, 2019

Kordinat wajib, sunnah, boleh, dan tak boleh (bag.1)

Matius 25 : 31-46 : Sebab ketika Aku lapar, kamu tidak memberi Aku makan; ketika Aku haus, kamu tidak memberi Aku minum; ketika Aku seorang asing, kamu tidak memberi Aku tumpangan; ketika Aku telanjang, kamu tidak memberi Aku pakaian; ketika Aku sakit dan dalam penjara, kamu tidak menjenguk Aku.

Hadits qudsy shohih Muslim : “Hamba-hamba-Ku, Aku sakit kenapa kalian tidak menjenguk-Ku, Aku lapar kenapa kalian tidak memberi-Ku makan, Aku haus dan kalian tidak memberi-Ku minum.”

Ini se-rasa seperti tulisan Guru kita dalam Daur-II • 177 : Kecuali Aku Memberimu Makan.

Itu mungkin terucap sebelum turunnya surah 'Abasa : yang bermuka masam. Bukan hanya kisah tentang Abdullah Ibn Ummi Maktum, tapi tentang kemesraan seorang hamba dengan Tuhannya.

Ketika seseorang datang pada kita dan meminta bantuan, dalam ruang sunyi seorang yang beriman itu adalah ketika Tuhan akan menyapa Diri-Nya sendiri.

Aku kesepian, mengapa engkau tak mau menemani-Ku?

Aku tersesat, mengapa Engkau tak mau menuntun-Ku?

Aku jatuh, mengapa engkau tak mau mengangkat-Ku?

Aku lemah, mengapa engkau tak menguatkan-Ku?

Dari hadits itu kita belajar tentang kemesraan seorang hamba pada Tuhannya. Kemesraan berupa rasa saling membutuhkan, saling cemas, saling khawatir ketika Tuhan dan hamba-Nya saling meninggalkan. Belajar memahami kordinat wajib, sunnah, boleh, dan tak boleh. Bisa jadi, selama ini kita hanya menjalani kordinat 'boleh', menikmati dunia tanpa melupakan akhirat. Tanpa kita sadari, bahwa kelebihan dalam kordinat 'boleh' akan menyeret kita pada kordinat 'tak boleh'.

Karena bagi seorang pecinta, kordinat 'boleh' dalam hidupnya semakin kecil porsinya. Sedang kordinat 'sunnah' menjadi seakan wajib karena kecemasan terhadap apa yang dicintainya.

"Tuhan, aku mau jadi budak-Mu lagi," kata seorang hamba. "Aku mau berlelah-lelah untuk-Mu. 'Memberi makan' Engkau, 'menjenguk'-Mu ketika sakit, 'menuntun'-Mu ke timur ataupun barat sesuai kitab-Mu, asal jangan Engkau tinggalkan aku, Tuhanku."

Dzahaba dzoma'u wabtalatil uruqu wa tsabatal ajru, insyaallah.

Selamat berbuka puasa.
Tegal, Minggu 12 Mei 2019

No comments:

Post a Comment