Seorang prajurit, dokter, dan guru - Sambil ngopi ☕

Pilihan Bacaan

Thursday, May 2, 2019

Seorang prajurit, dokter, dan guru

8 Desember 2014 pukul 16.38

Prajurit bertugas menyelamatkan nyawa bahkan dengan resiko nyawanya sendiri. Sedang dokter, kode etiknya mengharuskan ia rela mengorbankan karirnya jika sebuah nyawa tak terselamatkan saat ia bekerja. Bagaimana dengan guru? Jika nyawa melayang, maka mungkin bukan masalah. Tapi jiwa, alam berpikir, yg membedakan manusia dengan kambing, itulah tugas penyelamatan yg lebih berat dari dua hal di atas.

Guru ibarat semua profesi itu dijadikan satu. Ia prajurit, ia juga 'dokter' - menyembuhkan kebodohan, ia juga pendidik.

"Tiap ide baru pasti mendapatkan resisten - pertentangan," kata Jon suatu saat. "Alih-alih mengkritik, banyak orang seperti anak kecil yg merengek saat layangannya nyangkut di pohon. Jika memang itu ide buruk, maka tinggal buatkan saja ide yg lebih baik. Lalu buatkan cetak birunya, agar segera ditindaklanjuti," cerita Jon tentang pembuatan sistem pendidikan agar siswa enggan mencontek.
Seorang guru ibarat petani yg merawat tumbuhan. Ketika tumbuhan itu sudah baik, lalu diberikanlah itu pada pemiliknya, justru dirusaklah tumbuhan itu. Dirawat, diperbaiki, lalu dirusak lagi. Terus dan terus.
Seorang guru ibarat dokter jiwa. Saat pasien telah sembuh, dikembalikanlah ia pada masyarakat. Tapi dirusaklah lagi, disakiti lagi, oleh masyarakat.

"Lihatlah kenyataan, bahwa sebagian besar orangtua siswa kita tak layak menjadi orangtua," kata Jon sedikit emosi. "Kita perbaiki mereka, kita rawat mereka, setelah pulang, apa yg mereka dapat? Bentakan, ejekan, kemarahan, ketidakpedulian orangtua. Sampai ini saya bingung, siapa seharusnya yg harus sekolah?"

Jon seorang idealis praktis. Ia selalu mencari cara agar dunia pendidikan di dekatnya semakin baik. Tak peduli banyak yg menentang, tak peduli resiko, karena itu harga sebuah kebenaran.

"Barangkali, bukan kita yg akan mengubahnya. Kita hanya pembuat jalan. Maka seperti orang-orang pembuat jalan, bersabar dan teruslah berjuang - kita prajurit," katanya.

No comments:

Post a Comment