Tapi, demikianlah... - Sambil ngopi ☕

Pilihan Bacaan

Thursday, May 30, 2019

Tapi, demikianlah...

30 Desember 2014 pukul 23.02

Tapi, demikianlah kehidupan ini
Bencana di sisi lain dunia
Adalah keberuntungan untuk sisi lainnya
Entah bagaimana seharusnya ; bersedih atau syukuri saja

Manusia memang begitu picik
Berharap segala menjadi miliknya
Bersenang di atas kesedihan orang
Dan merasa terluka melihat yg dicinta bahagia

Tapi, demikianlah kehidupan ini
Arus yg membentur bebatuan
Tak berarti di sana ia harus berhenti
Itu mungkin hanyalah persimpangan jalan

Pada siapa hidupmu kau persembahkan
Jika untukmu sendiri
Mengapa kau berharap pada Tuhan
Selesaikanlah semua hal dengan jantan

Tapi, demikianlah kehidupan ini
Seorang ksatria lebih memilih pedangnya
Meninggalkan kota yg telah aman
Melanjutkan perjalanan menjemput bandit berandalan

Tak ada jalan yg terlalu mudah
Untuk dilalui para pejuang
Tak seharusnya seorang pengembara
Menaiki seekor ayam betina : naikilah kuda!

Tapi, demikianlah kehidupan ini
Apa yg kau keluhkan lagi
Biarkan hujan membersihkan debu jalanan
Menghanyutkan buih kesedihan ke dalam perut bumi

Mengharapkan bulan menjadi mentari
Adalah hanya untuk para pemimpi
Merasa tak cocok dengan dunia yg sepi
Tapi merindukannya ketika terjaga

Tapi, demikianlah kehidupan ini
Hanya angin yg mampu mengejar hujan
Hanya cinta yg selalu merelakan
Selekat cinta angin pada awan yg mendatangkan hujan

No comments:

Post a Comment