Untuk mereka yang kehilangan kebahagiaan kemarin - Sambil ngopi ☕

Pilihan Bacaan

Sunday, May 5, 2019

Untuk mereka yang kehilangan kebahagiaan kemarin

Minggu, 5 Mei 2019, ba'da ashr
Aku kehilangan kordinat definisi. Dulu, aku punya semacam alat, yang menjadikanku mudah untuk mengenali suatu masalah, lalu membuat 'obatnya'. Kini, alat itu tenggelam di dasar jiwaku. Dan rasanya aku belum mampu untuk menyelam memungutnya kembali.

Kini aku serasa terlempar ke pojok ruang tadaburku kembali. Ruang sunyi yang sebenarnya sering meneriaki aku untuk pulang. Kembali! Kembali! Wahai diriku sendiri, kembali-lah!

Kita kehilangan kordinat kebahagiaan diri, tentang pahaman apapun yang terjadi dalam hidup ini, kita tetap dalam 'frekuensi ini' (yang sekarang hilang). Kita harus pertanyakan kembali. Pertanyaan-pertanyaan tentang keinginan, tentang rasa takut, tentang kebahagiaan.

Jika 'ini' atau 'itu' terwujud, apakah kau yakin akan bahagia? Kebahagiaan yang konstan? Yg tak akan terganti sedih atau kekecewaan?

Tak mungkin kita menyandarkan kebahagiaan diri kita pada sesuatu yang bisa berubah, yg berganti, yang tak tetap. Ini yang harus kita cari, dalam diri kita sesuatu yang 'hidup', yang terus menerus hidup, dapat diajak bicara dan tak pernah berubah dari dulu hingga nanti, apakah itu? Inilah yang harus kita 'tangkap', ikatkan, lalu satukan dengan jiwa kita agar ketika dunia ini berubah dengan segenap senang dan sedihnya, kita biasa saja. Kebahagiaan kita tak terpengaruh dengan apapun yang terjadi dalam hidup kita ini.

Dan aku rasa, kita perlu mencari 'itu' kembali. Itu sebanding dengan pedihnya kehidupan selama kita berjalan mencarinya. Karena ketika kita telah menggenggamnya kembali, dunia dan seisinya tak akan bisa untuk menebus itu. Belum datangkah saatnya kita untuk tunduk taat khusyu menuju itu? (Al Hadid : 16)

No comments:

Post a Comment