Dilema etis - Sambil ngopi ☕

Pilihan Bacaan

Monday, June 3, 2019

Dilema etis

Ada satu kisah tentang dilema etis yang menarik dalam kitab perjanjian lama (injil). Ketika Nabi Sulaiman didatangi dua orang wanita yang dua-duanya mengaku sebagai ibu dari bayi yang mereka bawa. Bayi itu akhirnya diletakan di meja. Nabi Sulaiman mencoba untuk menenangkan dua orang itu. Tak satupun di antara mereka mengalah. Semua merasa sebagai ibu bayi itu, dan saling ngotot.

"Baiklah, kalau kalian tak ada yang mengalah," kata sang nabi. "Prajurit! Pinjamkan saya pedangmu,"

Lalu Nabi Sulaiman seolah bersiap memotong bayi itu menjadi dua. "Saya tanya sekali lagi," kata sang nabi. "Bayi siapakah ini? Kalau tidak ada yang mengalah, akan saya potong jadi dua dan kalian mendapat bagiannya masing-masing,"

Takut tak terkira, salah satu wanita akhirnya merelakan. "Jangan potong bayi itu, tuan raja," kata wanita A. "Biarkan dia hidup. Baiklah, aku mengalah. Biarkan wanita ini membawanya," sambung wanita A dengan tangisan histeris. Wanita B tersenyum, merasa gembira.

"Prajurit! Tangkap wanita B, karena dia telah berbohong di hadapan raja," kata sang nabi mengagetkan dua wanita itu. "Karena tak mungkin seorang ibu tega anaknya terlukai walaupun itu hanya sedikit. Berikan bayi ini pada wanita A, dialah ibunya,"

Kita pasti pernah berada dalam dilema etis. Pilih A salah, pilih B, juga salah. Membantu teman berbuat salah, menyimpan rahasia teman yang justru kalau disampaikan ke orang lain akan menjadikan orang peduli padanya, tetap di rumah menurut pada orangtua, atau main bersama teman-teman sekumpulan, dsb.

Darul mafashid muqoddamun jalbil masholih. Pilihlah satu dari dua pilihan yang sama-sama buruk, tapi paling kecil kerugiannya. Dilema etis ini, dalam kaidah fiqh itu ilmunya. Jika ada dua hal yang sama-sama sulit untuk kita putuskan, ambil salah satu yang paling kecil kemudhorotannya atau kejelekannya atau kerugiannya, tanpa melanggar aturan Tuhan dan rasulnya.

No comments:

Post a Comment