Inersia - Sambil ngopi ☕

Pilihan Bacaan

Monday, June 17, 2019

Inersia

Artinya adalah kemalasan untuk beribadah atau berbuat baik. Pernah mengalaminya? Ketika seseorang tak mampu mengendalikan hidupnya, tak kuat membuat jadwal hidup, dan larut dalam kebiasaan hidup yang seharusnya ia mampu lebih baik dari itu.

Setidaknya ada tiga alasan mengapa seseorang jatuh dalam inersia. Pertama, kebiasaan masa kecil. Mungkin itu mengapa dalam agama kita ada sholat subuh. Untuk membiasakan diri bangun bersamaan dengam terbitnya fajar, atau bahkan lebih pagi dari itu. Kebiasaan ini ada alurnya. Pertama adalah memulai, lalu terbiasa, kemudian menjadi karakter, lalu terakhir menjadi semacam takdir. Contoh kecil bergaul dengan orang yang baru kenal. Dulu, jaman seluler belum semenarik sekarang, naik bus atau kereta kita akan berbincang dengan kawan sekursi, sekalipun kita tak kenal pada awalnya. Kini, budaya itu semakin menghilang. Dimulai dari asyik dengan diri sendiri, lalu akhirnya malu untuk memulai, dan jatuh pada keengganan bergaul di masyarakat.

Alasan kedua, tidak diajarkan. Baik itu oleh orangtua, guru, atau kita tak memiliki semacam teman penuntun. Banyak orangtua yang sebenarnya belum pantas disebut orangtua karena tak paham bagaimana mendidik anak. Begitu juga guru, sebagian guru baru mampu mengajar, tanpa mendidik. Akibat dari kebiasaan yang tak diubah dari kecil, itu tumbuh bersama tumbuhnya usia kita. Membengkokan ranting muda lebih mudah daripada batang yang tua. Mengukir di atas batu, abadi. Mengukir di atas air, percuma.

Ketiga, ini alasan yang paling berat. Tentang kedekatan seseorang dengan Tuhannya, tentang kemesraan seorang hamba dengan Tuhannya. Ketika kita melihat dunia seakan tak adil, ujian hidup datang terus menerus, doa-doa tak kunjung terkabul, lalu terceramahi para pemuka agama dengam kata sabar dan sabar. Maka inersia akan menyerang kita. Rasa malas beribadah, berbuat baik sekalipun untuk diri atau lingkungan terkecilnya. Rasa malas ini bukan menjadikan hidupnya makin baik, melainkan sebaliknya, suramnya hidup makin meraja dalam hidup kita. Hal jazza-ul ihsani illal ihsan. Tak ada balasan kebaikan kecuali kebaikan yang setimpal, begitu juga dengan keburukan.

Subuh, Sabtu 25 Mei 2019

No comments:

Post a Comment