Arah-arah kegelapan pikiran - Sambil ngopi ☕

Pilihan Bacaan

Wednesday, September 4, 2019

Arah-arah kegelapan pikiran

H-7 Yarji'u ilaa ghoriiba

Air hujan sebesar apapun itu, akan meresap ke bumi dan mengalir pada jalan-jalannya. Tak mungkin seseorang ber-tawashow bil haq, tanpa tawashow bishshobr. Karena seperti air yang meresap ke bumi, itu butuh waktu, perlahan, pelan-pelan. Begitu juga dengan hidayah yang meresap ke dalam jiwa. Seperti cahaya ilahiyah yang memasuki kegelapan pikiran, menerangi arah-arah kegelapan yang menjadi wilayah setan.

Apakah doa-doa yang tak terwujud karena itu? Arah-arah kegelapan, yang menghadang, menangkap doa-doa orang beriman agar tak sampai pada luar lingkaran pikiran, ke  hadapan keazalian Tuhan? Doa-doa itu tersesat, tertangkap dalam kegelapan oleh rasa ragu, kekhawatiran, dan prasangka buruk pendoa terhadap Tuhannya. Sedang doa-doa mereka yang tak beriman, setan biarkan itu sampai ke hadapan Tuhan. Agar Dia mewujudkan, lalu menambah kekafiran mereka. Strategi perang yang dahsyat.

Tapi, qod aflahal mu'minin, orang-orang yang menancapkan keimanan dalam hatinya, dan itu konstan, maka tak akan mungkin bisa dikalahkan. Karena medan tempur orang beriman bukan hanya di dunia, tetapi juga memanjang sampai ke akhirat. Mereka yang dikalahkan di dunia oleh kemiskinan, terhina modernitas, tak teranggap ada oleh peradaban zaman ini, akan dimenangkan di akhirat nanti. Untuk ini, alasan mengapa Tuhan menunda doa orang mukmin terjawab. Bahwa jika itu bukan digantikan dengan hal yang sebanding, atau untuk nanti pemberat amal baik di akhirat kelak.

Arah-arah kegelapan inilah jalan-jalan setan. Perasaan was-was, kedengkian, dendam, sumpek hati, kecurigaan dan prasangka buruk pada masa depan, pada apa yang Tuhan takdirkan. Arah-arah kegelapan inilah yang memotong harapan, kemesraan, cinta seorang beriman pada Allah dan rasulullah. Yang menjadikan kehidupan manusia terasa begitu buruk, useless, putus asa, seakan dunia begitu sempit dan kompak mengutuk kita ketika terpuruk jatuh. Maka janganlah kita lepas dari cahaya sang nabi. Karena hanya ia yang yakhruju minadz dzulumat ilaa nuur, yang menuntun kita menuju cahaya, sedang setan dengan arah-arah kegelapan itu, berusaha keras menyeret kita dari cahaya menuju wilayahnya : kegelapan.

Selasa, 3 September 2019

No comments:

Post a Comment