Mantiqur ruh - Sambil ngopi ☕

Pilihan Bacaan

Tuesday, September 10, 2019

Mantiqur ruh

H-2 Yarji'u ilaa ghoriiba

There is something speciall today, Jon? Ini adalah hari bertambahnya umur Jon Quixote secara jasadiyah, dan berkurang secara batiniyah. Hari ini, sudah nampak mana pelayan, seperti apa perdana menteri, dan bagaimana seorang raja di dalam diri ini. Bisa jadi, kita tak mampu mendekat secara konstan pada Tuhan dan Sang Nabi karena kita bahkan belum mengenal diri kita sendiri. Man 'arofa nafsah, faqod 'arofa robbah. Tiga unsur itu kini dapat saling dialog, tak pasti raja-lah yang paling paham. Karena bisa saja justru pelayan-lah yang mengerti suatu persoalan yang memang menjadi wilayahnya. Inna akromakum indallahi atqakum.

Maka ketika Tuhan berkata fa'idza sawwaituhu wa nafakhtu fihi mir ruhi, adalah tanda bahwa segala sesuatu hidup pada wilayah fihi, di dalam yang lebih dalam. Maka fi samawati wal ardli yusabihu, adalah dialog antar ruh, mantiqur ruh, antara yang besar dan bagian-bagiannya tanpa mampu lingkaran pikiran membayangkan itu. Dialog antar ruh yang terjadi setiap saat, juga setiap manusia yang sudah ilaihi roji'un, dalam wilayah masing-masing dan tugasnya sendiri-sendiri, baik itu bertasbih memuji Tuhan mereka, ataupun melakukan tugasnya terhadap manusia di dunia.

Wa idzan nufusu zuwwijat, maka apabila antar ruh telah dipertemukan. Seperti ketika sang nabi melihat jalan-jalan langit, wa samaa-i dzatil hubuq. Beliau melihat jalan-jalan dan wilayah para pendahulunya : jalan Adam, Idris, Nuh, Khidir, dsb. Tapi beliau tetap pada jalannya sendiri yang memang Tuhan takdirkan. Bukan tentang kehebatan, melainkan kerendahan hati dan cinta yang menjadikan beliau 'azizun alaihim ma anittum hariishun kepada orang-orang beriman. Allahuma sholli ala sayyidina Muhammad.

Bagaimana mungkin ia (sang nabi) yang ruh-nya telah mampu berdialog dengan ruh suci (ruhul qudus, jibril) mengingini sampah berwujud dunia ini? Ketika Jibril turun dan menawarkan lawla unzila ilahi malakun, jika engkau mau akan Kami berikan dunia ini padamu tanpa mengurangi pahalamu di surga nanti. Rasulullah menjawab : jama'a kulluha fil akhiroh. Kumpulkanlah semua itu nanti di akhirat saja. Saat muda (penawaran dari paman-pamannya yang kafir) ataupun ketika telah menjadi rasul, jawaban beliau tetap sama ketika ditawarkan dunia : nanti saja.

Maka ketika para malaikat dan ruh turun, tanazzalul malaikatuh wa ruhu fiha bi-idzni robbihim min kulli amr, dengan tugasnya masing-masing. Mereka yang bertasbih atau yang menikmati kemenangan besar atas kesyahidannya, menyapa mereka di malam yang lebih baik dari 1000 bulan. Malam ketika ruh di dalam diri manusia telah disingkapkan hijabnya, mulai mendengar kilatan-kilatan min kulli amr, sesuai dengan apa yang mereka masing-masing lakukan. Maka bersyukurlah, dan yasjud ma'as sajidiin. Bersujudlah bersama mereka yang telah bersujud mendahuluimu ketika hijab itu tersingkap.

Dalam batu, angin, bintang, bahkan tiap partikel di dunia ini, berfirman ruh-Nya dari dalam bentuk-bentuk duniawi. Memancarkan beberapa dari 99 nama-namanya yang terbaik. Menjaga keseimbangan, agar engkau tak merusak keseimbangan itu yang memang sudah Dia ciptakan sebaik-baiknya. Agar engkau sampai pada keseimbangan konstan, lalu naik, mi'roj, bertahap, menuju ilahi roji'un bahkan sebelum umurmu selesai di dunia ini. Bersambung...

Senin, 9 September 2019

No comments:

Post a Comment