Ruang ganti setan - Sambil ngopi ☕

Pilihan Bacaan

Thursday, September 5, 2019

Ruang ganti setan

H-6 Yarji'u ilaa ghoriiba

La-attakhidzanna min 'ibadika nashiibam mafruudlo. Maka setan akan mengambil bagian dari diri manusia dan sebagian manusia agar mengikuti ajakannya. Kata 'ibadika, itu dhomir wujud, bahwa ketika setan berkata seperti itu ia benar-benar berhadap-hadapan dengan Tuhan. Terlepas ada hijab atau memang langsung (karena setan adalah malaikat allah yang ditugaskan menyesatkan manusia), intinya berhadap-hadapan.

Bahwa mereka, setan, yang jelas-jelas musuh abadi manusia dan harus diperlakukan sebagai musuh, justru dapat berdialog (dekat) dengan Tuhan kita. Sedang manusia, beribadah seperti apapun, belum tentu mampu berdialog sedekat setan di hadapan Tuhan.

Yang kita tak pahami, Jon, bahwa setan sudah memiliki rumah dan atau ruang ganti kerja di dalam tubuh kita sejak lahir. Hanya rasulullah saja yang ruang ganti tugas setan itu dihancurkan, lalu jin qorinnya menjadi suci, tak mampu menyerupai rasulullah. Sedangkan kita, yang selalu mengajak berbincang omong kosong, hal-hal yang secara hakekat tidak ada, sesuatu yang ada karena kita ucapkan atau kita penciptanya, adalah setan-setan yang bergiliran bertugas. Satu setan berhasil atau gagal dalam satu tugas/bisikan, mereka berganti, aplusan, bergiliran terus menerus sampai manusia itu mati.


Misalnya begini : kita ketiduran sampai lewat sholat duhur. Lalu kita sholat duhur di waktu ashr, pun masih diganggu pikiran kita agar tak khusyu walaupun itu adalah sholat duhur qodlo, yang sebenarnya kita sudah tidak berharap itu akan diterima atau tidak. Dan dalam sholat pun begitu, atau dalam kehidupan sehari-hari. Kita digoda masalah benda-benda, motor, mobil, pekerjaan, wanita, makan siang, istri cerewet, mertua cuek, dsb. Gagal dalam satu tema godaan, ganti setan membawa tema godaan yang lain, terus begitu sampai manusia mati. Dan mereka bergilir di ruang yang bernama ruang ganti tugas setan. Di dalam darah manusia, innasysyaithona yajri minal insan majroddam, kamar-kamar atau ruang yang digunakan mereka untuk bergantian tugas. Hanya manusia-manusia yang sudah tak bergantung pada pikirannya sendiri yang mampu memenangkan banyak dari godaan mereka. Karena setan dan para pengikutnya hanya mampu menggoda lewat nafsu dan lingkaran pikiran hasil konstruksi (pertumbuhan) dari kita bayi. Hanya orang-orang yang telah sampai pada pemahaman fa-alhamaha fujuuroha wa taqwaha, telah paham mana hal-hal sampah dan mana kebenaran atau jalan Tuhan. Bersambung...

Rabu, 4 September 2019

No comments:

Post a Comment