Ngaji bareng ashabul jannah 1 - Sambil ngopi ☕

Pilihan Bacaan

Tuesday, December 17, 2019

Ngaji bareng ashabul jannah 1

"Lam yadkhulu haa, wa hum yathma'uun," mereka belum memasukinya (surga), dan mereka ingin segera masuk.

Ziarah kekasih Allah hari itu ke Pangeran Purbaya dan Ki Gede Sebayu. Sampai sana, Jon memberi salam, dan mereka, ashabul jannah, membalasnya. Seketika itu Jon diberikan pemahaman yang 'remeh', namun sebenarnya sangat dalam dan hakiki. Ia ditakdirkan mules perutnya. Lalu diajarkan :

Memangnya buang air besar (atau kecil) itu juga bukan ibadah? Kau melakukan perintah Tuhanmu (untuk BAB/pipis), dan itu juga ibadah. Kemudian beliau membacakan ayat, "Fa mayya'mal mitsqol.." sampai akhir. Syaro atau khoiro, itu yaroh (Allah melihat itu diniatkan ibadah atau bukan). Karena bisa jadi, yang kecil menurut kita itu besar dalam pandangan Allah. Dan yang besar lalu berharga menurut kita justru sesuatu yang tak berarti untuk kita dalam pandangan Allah. Asaa antuhibu syai-aw wa huwa syarulakum.

Kemudian bis mereka lanjut ke makam Ki Gede Sebayu. Yang ketika pulang si Jon digoda oleh mereka, ashabul jannah, "Kau ingin hadiah apa dari kami?"

Jon tertawa sendiri. Mirip orang gila yang kadang-kadang waras.

"Kalian tak akan sanggup memenuhinya," jawab Jon. "Tapi baiklah, kalau memang harus. Aku ingin sesuatu yang menjadikan Allah dan rasulullah selalu ridha padaku," mereka saling berpandangan. Lalu sedetik kemudian tertawa bersama. Mereka tahu Jon bercanda, dan si Jon juga paham bukan pada mereka ia meminta.

Ziarah itu diakhiri dengan mandi air hangat di guci. Jon dan ustadznya (guru fiqh si Jon) tak ikut serta. Hanya mengawasi siswa-siswinya, mereka berdiskusi kitab di warung atas kolam renang. Diskusi tentang 'hathif' (bisikan gaib), tentang hukum onani baik itu oleh istri ataupun diri sendiri menurut Syafii dan Maliki. Hukum nonton video porno dari kitab Mahalli, dan taddabur quran banyak ayat. Si Jon jadi ingat, beberapa hari lagi di rumahnya akan 'kedatangan' dua tamu agung : Mbah Sholeh Darat dan Ibn 'Arabi (Al Hikam tahkik dan Fushus al hikam).

Di kamarnya sendiri, sudah ada kitab futuhatul makkiyah jilid 1 dan 2. Kitab berat yang kalau mau memahaminya, terlebih dulu harus belajar filsafat/kalam, ilmu falaq, matematika, bahasa arab, mantiq, dan 5-6 disiplin ilmu ruwet lainnya. Gendeng memang si Jon. Sedangkan saat ini, ia masih dalam bab 'huruf dan level (maqom), orbit (gerak dan batasannya), dan tabiat (qodar) masing-masing'.

"Kau harus datang dalam setiap lingkaran kami," kata sahabatnya penduduk ashabul jannah. "Saat ini kami sedang 'nderes' tentang hurf dan qodarnya masing-masing. Kau harus tahu mana huruf-huruf dalam quran yang itu adalah wilayah allah, wilayah manusia, wilayah jin, dan malaikat. Karena, jika semesta dan dirimu adalah quran, maka ayat (kalimat) itu terbentuk dari kata, fonem, dan huruf. Seperti misalnya nun, shod, dan dlod, itu wilayahnya manusia. Nun, adalah huruf pertama surat al qolam : pena. Al Qolam adalah makhluk yang pertama diciptakan Allah (hadits qudsi). Dan makhluk pertama yang diciptakan Allah adalah Nur Muhammad. Maka, nuuun, wal qolami wa ma yasturuun, wa innalaka la ajrun ghoiru mamnuun, adalah kisah tentang Nur Muhammad yang bertajjali menjadi manusia terpuji : Muhammad Shollu alaihi."

Jon mendengarkan sambil menundukan kepalanya. Pemahaman berat.

No comments:

Post a Comment